prajabatan
AKSI NYATA
MATA KULIAH TEKNOLOGI BARU DALAM PEMBELAJARAN DAN PENGAJARAN
MAHASISWA PENDIDIKAN PROFESI GURU PRAJABATAN TAHAP 1 TAHUN 2022
(PJOK)
Disusun:Oleh
(SHAMSUL) (229014485037)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI
GURU UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
TAHUN 2022
“Perkembangan Teknologi Dan Pembelajaran”
Instruksi Tugas :
Mahasiswa yang berbahagia, pada tahap akhir ini setelah
Anda mempelajari semua serangkaian materi “Perkembangan Teknologi
dan Pembelajaran”, lakukanlah refleksi pengalaman
belajar Anda dalam bentuk tulisan resume dan
diserahkan pada link yang telah disediakan.
Jawab :
Perkembangan teknologi memang tumbuh
pesat, namun demikian untuk konteks di Indonesia yang luas dan kepulauan maka
perangkat teknologi belum semua memiliki akses dan kemampuan yang merata. TIK memiliki dampak yang
sangat besar bagi masyarakat. UNESCO menggambarkan dampak tersebut dengan
“Revolusi Ketiga”. Masyarakat modern tentunya akan merasa kesulitan apabila
menjalani keseharian yang serba digital tanpa adanya TIK. Selain TIK sangat
diperlukan untuk keberlangsungan hidup masyarakat modern, teknologi ini pun
juga sangat diperlukan untuk institusi pendidikan. Sekolah, perguruan tinggi,
dan universitas sangat memerlukan TIK untuk pembelajaran dan pengajaran. TIK
juga ternyata telah berdampak pada setiap aspek operasional sekolah, perguruan
tinggi dan universitas, termasuk manajemen dan administrasi. TIK berkembang di
bidang pendidikan ketika universitas pertama kali memperoleh komputer
mainframe. Komputer mainframe merupakan komputer generasi pertama dan sebuah
teknologi informasi kelas tinggi yang terdiri dari beberapa komputer dengan
kemampuannya dalam melaksanakan berbagai macam tugas yang berkaitan dengan
komputasi rumit untuk jangka waktu yang relatif singkat. Penggunaan mainframe
biasanya lebih sering untuk komputer yang terhubung melalui sebuah terminal.
Beberapa tahapan dalam mengadopsi
dan menggunakan TIK
1. Emerging (Muncul) Pada tahap ini sekolah baru saja mulai
memperkenalkan komputer, di mana pada awalnya mungkin hanya memiliki satu atau
dua komputer dan printer, baik hasil sumbangan atau dibeli oleh Dinas
Pendidikan. Pada awal tingkat ini, administrator dan satu atau lebih guru
perintis mulai menggali. Guru masih sering menggunakan peralatan yang tersedia untuk tujuan
meningkatkan kemampuan profesionalisme, seperti word processing untuk
menyiapkan lembar tugas, Spreadsheets untuk mengelola daftar kelas, dan jika
internet tersedia juga digunakan untuk mencari informasi atau berkomunikasi
lewat email. Guru mengembangkan literasi TIK dan belajar bagaimana menerapkan
TIK untuk tugas pribadi dan profesional, lebih menekankan pada mempelajari
penggunaan peralatan dan aplikasi, menjadi peduli terhadap potensi TIK untuk
pengajaran di masa yang akan datang. Praktek pengajaran di kelas masih sangat
berpusat pada guru (teacher centered).
2. Applying (Menerapkan) Pada tahap ini sekolah telah
memperoleh tambahan peralatan TIK. Administrator sekolah menggunakan TIK untuk
tugas-tugas manajemen yang lebih terorganisir, sementara guru mulai
mengadaptasi kurikulum dalam rangka meningkatkan penggunaan TIK pada mata
pelajaran yang berbeda, menerapkan perangkat lunak tertentu seperti menggambar,
merancang, membuat model, dan simulasi dalam pengajaran. Guru masih cenderung
mendominasi kegiatan pembelajaran di kelas. Namun, sudah menggunakan TIK untuk
tujuan meningkatkan profesionalisme, fokus pada peningkatan pengajaran mata
pelajaran untuk memperkaya bagaimana mengajar dengan berbagai aplikasi TIK.
Secara bertahap guru memperoleh kepercayaan diri dalam menggunakan alat khusus
TIK dalam mengajar. Kesempatan untuk menerapkan TIK dalam semua pengajaran
masih sering hanya dibatasi oleh kurangnya kesiapan akses pada fasilitas dan
sumber daya TIK.
3. Infusing (Menanamkan) Pada tahap ini, TIK dimasukkan ke
seluruh kurikulum. Hampir semua kelas dilengkapi dengan komputer, sama halnya
juga kantor dan perpustakaan dan sekolah sudah memiliki koneksi internet.
Penanaman TIK pada semua aspek kehidupan profesional guru dengan cara seperti
untuk meningkatkan pembelajaran peserta didik dan pengelolaan pembelajaran.
Pendekatan dari guru senior adalah untuk mendukung guru yang aktif dan kreatif
serta mampu merangsang dan mengelola pembelajaran. Selain itu TIK juga sudah
digunakan untuk mengintegrasikan berbagai gaya belajar untuk mencapai tujuan
pembelajaran yang telah ditetapkan. Guru menggunakan TIK untuk membantu peserta
didik belajar serta mendorong peserta didik melakukan penilaian pembelajaran
secara mandiri dalam mencapai tujuan pembelajaran. Pada saat yang sama, secara
alamiah guru berkolaborasi dengan guru lain dalam memecahkan masalah
pembelajaran sekaligus juga berbagi pengalaman mengajar.
4. Transforming (Transformasi) Pada tahap ini guru sudah
mempunyai rasa percaya diri dan memiliki kemampuan memanfaatkan TIK untuk
pembelajaran. Tantangan utama adalah untuk membawa guru melalui tingkat
menanamkan ke titik di mana TIK adalah alat yang digunakan secara rutin untuk
membantu pembelajaran sedemikian rupa sehingga sepenuhnya terintegrasi di semua
kelas. Ketika TIK sepenuhnya terintegrasi dalam semua kegiatan pembelajaran di
kelas, dan ketika TIK digunakan untuk memikirkan dan memperbaharui kembali
organisasi kelembagaan dengan cara yang kreatif, serta ketika TIK adalah bagian
rutin dari kehidupan sehari-hari lembaga, maka sekolah sudah berada pada
tingkat bertransformasi. Fokus dalam ruang kelas telah pindah sepenuhnya dari
berpusat pada guru menjadi berpusat pada peserta didik (student centered).
Selanjutnya dapat dikembangkan model baru berdasarkan pemetaan empat tingkat
integrasi TIK terhadap kegiatan belajar dan mengajar. Pengembangan tersebut
menunjukkan langkah-langkah yang dilewati peserta didik saat mereka belajar
tentang TIK (menjadi peduli terhadap TIK, belajar bagaimana menggunakan TIK
dalam mata pelajaran, memahami bagaimana dan kapan menggunakan TIK, memperdalam
penggunaan TIK). Pemetaan juga dilakukan saat guru mengajar dengan TIK
(menerapkan alat produktivitas, meningkatkan pengajaran tradisional,
memfasilitasi penggunaan berbagai model pengajaran, membuat dan mengelola
lingkungan pembelajaran inovatif dan terbuka). Dengan kehadiran teknologi dan
komunikasi (TIK) memberikan tantangan dalam dunia pendidikan, peserta didik
lebih tertarik mempelajari TIK dibandingkan materi pembelajaran lainnya,
peserta didik bahkan rela berjam-jam di depan komputer untuk mengakses internet
dan mencari informasi yang tidak bisa didapatkan di sekolah. Fenomena seperti
ini menjadi tugas dan pekerjaan rumah yang besar bagi dunia pendidikan untuk
bisa mengadopsi dan melakukan inovasi pembelajaran. Dengan hadirnya TIK di
dunia pendidikan seyogyanya dapat menghantarkan wajah pendidikan ke arah yang
lebih baik sehingga tantangan pembelajaran abad 21 dapat terselesaikan,
tentunya tidak terlepas dari peran guru sebagai tenaga pendidik yang dituntut
kreatif dan inovatif mengembangkan pembelajaran dengan mengintegrasikan
teknologi dan komunikasi.
Sehingga dalam proses pembelajaran abad 21, teknologi
informasi dan komunikasi merupakan alat bantu yang semestinya digunakan untuk
membelajarkan peserta didik. Kehadiran teknologi
khusunya dalam bidang Pendidikan memberikan dampak yang sangat signifikan, teknologi menjadikan pembelajaran menjadi
lebih menarik dan inovatif, berbagai hardware dan software yang ada saat ini juga memudahkan guru dalam dalam
memilih dan menggunakan media
pembelajaran yang efektif untuk memfasilitasi berbagai kebutuhan gaya belajar
peserta didik. Sehingga dengan demikian
akan berdampak baik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Tetapi terlepas dari kelebihan penggunaan teknologi dalam pembelajaran bagi peserta didik, hal ini juga dapat
memberikan dampak negative dalam pemanfaatan teknologi seperti tidak adanya filter terkait informasi tidak mendidik, ditambah lagi mudahnya peserta didik untuk mengakses secara luas hal-hal
lain yang bisa merusak. Oleh karena itu tetap perlu adanya Kerjasama
pembimbingan dan pengawasan dari guru di sekolah dan orang tua di rumah
2
Komentar
Posting Komentar